Praktik baik guruku

Best Practice Sharing Edisi Membuat Video Animasi

Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, guru dituntut untuk kreatif dalam menyampaikan materi. Video animasi menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif karena mampu menyederhanakan konsep, menarik perhatian siswa, dan memberi pengalaman belajar yang lebih hidup. Berangkat dari kebutuhan tersebut, SMA Ma’arif Karangmoncol pada tanggal 26 November menyelenggarakan kegiatan praktik baik pembuatan video animasi pembelajaran dengan narasumber Ibu Sekar Wakhidatun Nisa, S.Pd. Kegiatan ini fokus pada pembuatan video animasi menggunakan aplikasi Canva.

Canva dipilih karena mudah digunakan, ramah bagi pemula, dan memiliki banyak template siap pakai. Guru tidak perlu mahir desain untuk memulai, cukup paham langkah dasar dalam mengolah teks, elemen visual, dan animasi. Inilah yang membuat pelatihan terasa sangat relevan bagi para guru lintas mata pelajaran yang hadir.

Praktik baik guruku

Mengawali Pelatihan dengan Pemahaman Konsep

Ibu Sekar membuka pelatihan dengan menjelaskan bagaimana karakter belajar siswa saat ini cenderung visual, cepat, dan menyukai konten yang interaktif. Guru kemudian diajak memahami bahwa video animasi bukan hanya pelengkap, tetapi bisa menjadi media inti dalam pembelajaran, terutama untuk materi-materi yang membutuhkan visualisasi proses.

Beliau juga menekankan bahwa penggunaan video animasi berbasis Canva memberi kesempatan bagi guru untuk berkreasi tanpa harus mempelajari software kompleks. Canva menyediakan font, ikon, background, karakter, efek animasi, hingga rekaman suara yang semuanya dapat dikombinasikan untuk menghasilkan video berkualitas.

Praktik baik guruku

Langkah-Langkah Membuat Video Animasi Menggunakan Canva

Ibu Sekar kemudian memberikan tutorial lengkap. Tahapan ini disusun sederhana agar guru dapat mengikuti dengan mudah dan langsung mempraktikkannya.

  1. Menentukan Tujuan Pembelajaran
    Setiap video harus didasari kompetensi yang ingin dicapai. Guru menentukan KD atau capaian pembelajaran terlebih dahulu agar video tepat sasaran dan tidak melebar.

  2. Menyusun Naskah Singkat (Story Line)
    Ibu Sekar menekankan bahwa naskah adalah ruh video. Guru disarankan membuat naskah 2–4 paragraf dengan bahasa ringan, komunikatif, dan mudah dipahami siswa. Naskah yang baik membuat video tidak bertele-tele.

  3. Membuka Canva dan Memilih Template Video
    Guru diarahkan membuka Canva.com, lalu memilih menu Video. Canva menyediakan banyak template animasi pendidikan yang bisa dipilih. Template inilah yang menjadi dasar visual video.

  4. Mengubah Teks dan Desain
    Pada tahap ini, guru mulai mengganti teks dalam template sesuai naskah. Font, warna, dan ukuran dapat disesuaikan agar lebih selaras dengan tema materi.

  5. Menambahkan Elemen Animasi
    Canva memiliki fitur Animate, Elements, dan Characters. Ibu Sekar mengajarkan bagaimana guru bisa memasukkan ikon, tokoh animasi, serta efek gerak yang membuat video lebih hidup tanpa mengganggu fokus siswa.

  6. Menyisipkan Narasi Suara (Voice Over)
    Salah satu fitur unggulan Canva adalah Record Yourself atau Upload Audio. Guru dapat merekam suara sendiri untuk menjelaskan materi. Ibu Sekar memberi tips agar narasi direkam di ruangan tenang agar suara lebih jernih.

  7. Menambahkan Musik Bebas Hak Cipta
    Canva menyediakan musik latar yang legal untuk pembelajaran. Volume musik disarankan diturunkan agar tidak mengalahkan suara narator.

  8. Mengatur Durasi Setiap Slide
    Guru diberi pemahaman bahwa durasi ideal video pembelajaran berkisar 3–5 menit. Canva memungkinkan pengaturan waktu tiap halaman agar sinkron dengan narasi.

  9. Mengekspor Video
    Setelah selesai, guru dapat menekan Download → format MP4. Video siap dipakai dalam pembelajaran atau dibagikan kepada siswa melalui Google Classroom maupun WhatsApp.

Manfaat Penggunaan Canva dalam Pembelajaran

Dalam sesi diskusi, Ibu Sekar menjelaskan berbagai manfaat yang dirasakan ketika guru memanfaatkan Canva untuk membuat video animasi:

  1. Praktis dan cepat, cocok untuk guru dengan jadwal padat.

  2. Visual menarik, sehingga membantu meningkatkan minat belajar.

  3. Mempermudah pemahaman konsep abstrak, seperti matematika, sistem, atau alur proses.

  4. Dapat digunakan untuk pembelajaran mandiri, karena siswa bisa menonton berkali-kali.

  5. Fleksibel lintas mata pelajaran, dari IPA, IPS, Bahasa, hingga Kejuruan.

Praktik baik guruku
Praktik baik guruku

Antusiasme Peserta Pelatihan

Setelah sesi pemaparan, guru diberikan waktu praktik membuat video berdasarkan materi masing-masing. Suasana kelas pelatihan terasa hidup; guru saling mencoba fitur Canva, bertanya, dan mendiskusikan desain terbaik untuk video mereka. Ibu Sekar mendampingi setiap peserta dengan sabar, memberikan tips teknis seperti pemilihan warna agar tidak terlalu mencolok, cara menyetel durasi, hingga cara membuat transisi halus antarhalaman.

Pelatihan ini bukan hanya sekadar belajar teknik, tetapi juga membuka wawasan bahwa guru saat ini perlu berperan sebagai pembuat konten pembelajaran digital (digital content creator). Dengan keahlian ini, guru mampu memperkaya metode mengajar dan membuat siswa lebih terhubung dengan materi.

Penutup

Praktik baik pembuatan video animasi menggunakan Canva di SMA Ma’arif Karangmoncol pada 26 November menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran modern. Dengan bimbingan Ibu Sekar Wakhidatun Nisa, S.Pd, para guru memperoleh keterampilan yang mudah dipraktikkan dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.

Melalui Canva, guru dapat menghadirkan materi yang lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami. Diharapkan keterampilan ini terus dikembangkan sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *